Akulah Senja yang merindukan Hujan. Tak jadi masalah jika langitku tak lagi berwarna oranye atau kemerahan. Berganti dengan gumpalan cumulusnimbus berwarna abu-abu kelabu saat Hujan datang. Karena hanya bersama Hujan, aku merasa nyaman.
Tapi entah mengapa, Hujan sedang tak bertuan. Ia memilih mendatangi Pagi untuk dibasahi. Saat hujan kembali datang, Senja kecewa. Dengan luka yang ia bawa, Senja tahu ada yang tak lagi sama. Maka ia pun meminta pada Hujan. Haruskah kita kembali berkenalan???
*dalam sebuah komunikasi fatik di pagi hari.*
-Puspa Rini. 190512-

0 komentar:
Posting Komentar